Logo

Hari Puncak Peringatan Hakteknas Ke-22 Center Point of Indonesia di Buka Langsung oleh Jusuf Kalla

Hari Puncak Peringatan Hakteknas Ke-22  Center Point of Indonesia di Buka Langsung oleh Jusuf Kalla

MAKASSAR - Hari puncak Hakteknas dibuka oleh Wakil Presiden H. M. Jusuf Kalla. Diantara para tamu undangan, hadir dalam acara Puncak Peringatan Hakteknas 2017 Presiden RI Ketiga BJ Habibie, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, Duta Besar Negara Sahabat, Pimpinan Perguruan Tinggi, petani, nelayan dan lebih kurang 2500 tamu undangan lainnya.

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus berdasarkan Kepres No. 71/1995. Akar sejarah kebangkitan teknologi nasional berawal dari keberhasilan penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti bahwa bangsa kita mampu mengembangkan jiwa Iptek yang inovatif dan berdaya saing mondial. Tujuan peringatan untuk menghargai seluruh komponen bangsa dalam memanfaatkan, menguasai, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta memberi dorongan untuk terus-menerus membangkitkan daya inovasi dan kreasi guna kesejahteraan dan peradaban unggul bangsa Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir secara resmi membuka Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) 2017 di Center Point of Indonesia, Makassar, dengan penekanan sirine secara bersama dan Peluncuran Roket Air dari Kapal Phinisi oleh Wapres Jusuf Kalla  “Hari ini kita hadir di Hakteknas bukan hanya untuk merayakan, namun juga untuk menjaga terus semangat berinovasi,” kata Kalla, Kamis (10/8/2017).

Kalla mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju dibutuhkan tiga hal yakni semangat, ilmu pengetahuan dan teknologi dan kedamaian. “ Kedamaian sangat penting. Banyak negara kaya sumber daya alam hancur, jika tidak ada kedamaian,” kata Kalla. Menurut Kalla, teknologi sangat penting untuk memberi nilai tambah. Negara-negara maju biasanya menguasai teknologi. “Teknologi memberi nilai tambah. Nilai tambah membawa kemakmuran. Teknologi ada karena adanya riset, “ katanya. Teknologi merupakan satu-satunya cara suatu bangsa untuk bertahan dari segala masalah. Wapres Jusuf Kalla mengatakan fungsi lembaga universitas dan penelitian sangat dibutuhkan untuk memajukan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Apa gunanya kita punya banyak universitas dan lembaga penelitian jika kita terus berselisih soal teknologi. Ayolah para insinyur untuk bangkit demi memajukan bangsa kita, ” pesan Jusuf Kalla.

Menristekdikti dalam laporannya mengatakan tema Hakteknas ke-22 tahun 2017, adalah “Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan,” dengan sub tema: “Peran Sumberdaya Manusia dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia.” Pemilihan tema ini adalah upaya mendorong terwujudnya visi Pembangunan Poros Maritim Dunia yang dicanangkan Presiden RI dan merupakan cita-cita besar terhadap penegakan kedaulatan ekonomi, pertahanan dan keamanan wilayah NKRI, jelas Nasir.

Syahrul Yasin Limpo menyampaikan rasa bangga masyarakat Makassar atas terpilihnya kota Makassar, Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Puncak Peringatan Hakteknas 2017. “Kami dan segenap warga sangat bangga Hakteknas 2017 kali ini dipusatkan di Kota Makassar. Dengan diselenggarakannya Hakteknas 2017 ini, Sulsel siap untuk menjadi pilar utama kemaritiman Indonesia, ” ujarnya.

Puncak peringatan Hakteknas ke-22 tahun 2017 di Kota Makassar menjadi istimewa karena sejak tahun 1995 pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa dan pertama pula diperingati sejak dicanangkannya: “Tahun 2016 sebagai Tahun dimulainya Inovasi Nasional” di Solo atas nama Presiden RI oleh Menko PMK Puan Maharani. Pemilihan Kota Makassar sebagai puncak Hakteknas karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Pelabuhan Makassar adalah pintu gerbang pelayaran terpadat di Indonesia Timur, memiliki pelabuhan perikanan rakyat terbesar dan dinamika pembangunan pesisir yang tinggi.

Peringatan Hakteknas ke-22 tahun ini, dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain: 1) Bakti Teknologi (tanam dan panen serentak varietas unggul padi “Sidenuk” (BATAN) dengan teknologi IPAT-BO di 24 Kab/kota se-Sulawesi Selatan; penyerahan dan pemasangan kaki palsu 30 unit; penyerahan konverter kit bagi para nelayan); 2) Ritech Expo (eksebisi produk teknologi dan inovasi unggulan dari perguruan tinggi/lembaga litbang, dunia usaha/industri dan penggiat iptek dan inovasi lainnya; 3) Talkshow; 4) Kegiatan Jalan Sehat di area Car Free Day (disetiap persimpangan jalan dipamerkan produk teknologi dan inovasi hasil PT/Lemlit/Industri dan diikuti oleh lebih dari 40 komunitas); 5) Side Event (demo sains dan alat peraga Iptek, science corner dalam kegiatan festival dolanan bocah, science for all,  workshop untuk siswa dan guru  SMP/SMA,  Binokuler; 6) Kegiatan Ilmiah (33 berskala nasional dan 28 internasional, 19 diantaranya di laksanakan di Makassar); dan 7). Welcoming Dinner). Juga Kuliah Umum di Politani Barru, Forum Start Up Nasional dan Launching Science Center Daerah (SCD) di Parepare bersama Bapak B. J. Habibie.

Di sekitar arena puncak acara akan dipamerkan (eye catching) hasil riset dan inovasi perguruan tinggi, lembaga litbang dan industri, antara lain: Kapal Plat Datar dilengkapi fish finder dan alkom (LAPAN),  Panser Anoa Amphibous (Pindad), Automatic Dependent Surveillance Broadcast - ADSB (BPPT), Mini ATC Teknologi Navigasi Udara (PT. Inti-BPPT), Radar Cuaca (ITB, PT.Inti), Padi varietas unggul “Sidenuk” dengan teknologi IPAT-BO (Unpad), budidaya dan pengolahan rumput laut (konsorsium Rula Unhas), Kepiting Laut Sokka (Unhas),  BTS-4G, Smart Card Xirka, Telepon Genggam 4G “Digicom” (ITB), Stem Cell (Unair), Implan Tulang (BPPT),  NPC Strip (pendeteksi dini kanker nasofaring), EKG Telemetri (UGM), PUNA (Pesawat Udara Nir Awak - BPPT), Coastal Radar Surveillance System), Simulator Pesawat N-219, dll. (Mohon perkenan Bapak Presiden untuk meninjau lokasi eye catching).

Penganugerahan Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional, diserahkan oleh Menristekdikti Muhamad Nasir kepada para pemenang, yakni: Anugerah Budhipura: Provinsi Jawa Barat, Anugerah Budhipraja: Kabupaten Sragen; Anugerah Widyapadhi: IPB; Anugerah Prayoga Sala: Puslit Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, PT. Riset Perkebunan Nusantara; Anugerah Abyudaya: PT. Biofarma (Persero) Tbk; Anugerah Adibrata: Dr. Eng. Januarti J. Ekaputra; Anugerah Labdha Kretya: Roy Wibisono A. Prabowo, S.Si; dan Anugerah Widya Kridha: Bandung Technopark.

Peringatan Hakteknas ke-23 tahun 2018 akan diselenggarakan di Provinsi Riau. Hal ini ditandai dengan penyerahan Pataka Hakteknas kepada Gubernur Riau oleh Menristekdikti. (DJPI/HKLI)

 

Prev Uji performan sapi lokal Sapi Sumba Ongole, Sapi Bali dan Peranakan Ongole
Next Malam Apresiasi dan Anugrah Iptek dan Inovasi HAKTEKNAS KE-22