Logo

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pendanaan Inovasi Industri & Inovasi Perguruan Tinggi Tahun 2018

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pendanaan Inovasi Industri & Inovasi Perguruan Tinggi Tahun 2018

Jakarta - Kemampuan penguasaan teknologi dibutuhkan agar Indonesia mampu menghasilkan produk-produk yang inovatif dan mampu bersaing dalam kompetisi global. Upaya dalam menekan jumlah produk impor diberbagai sektor terus dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas penggunaan teknologi dalam negeri yang digunakan di industri dan meningkatkan produk-produk hasil riset untuk menguasai pasar dalam negeri.

Inovasi tidak hanya suatu pengembangan riset dan penciptaan kreatifitas, namun inovasi merupakan suatu produk atau proses yang dapat memberikan manfaat dan tidak hanya berhenti pada tahap prototype saja, inovasi dituntut menghasilkan sebuah produk yang mampu bersaing dan punya nilai komersial (commercialization process) sehingga dampak yang dihasilkan mampu mendorong perekonomian, dan menjadi solusi secara nasional di bidang teknologi yang berdampak pada kehidupan sosial maupun budaya.

Pendanaan inovasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan inovasi teknologi di Indonesia. Dengan memberikan pendanaan yang tepat dapat diputuskan strategi untuk mengakselerasi proses hilirisasi hasil penemuan dan memecah penghambat-penghambat yang menjadi penyebab gagalnya proses inovasi. Adapun yang merupakan penghambat dan menjadi penyebab gagalnya sebuah proses inovasi antara lain area yang kerap disebut “Valley of Death” (lembah kematian), yang merupakan wilayah kritis proses inovasi teknologi di industri yang meliputi kegiatan uji-uji dan standardisasi sebelum masuk ke industri.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Program Pendanaan Inovasi Teknologi Perguruan Tinggi dan Inovasi Teknologi Litbang di Industri berupaya mendorong proses hilirisasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan (litbang),  serta meningkatkan kapasitas industri dalam memanfaatkan hasil litbang dalam negeri. Pada tahun anggaran 2018 jumlah lembaga litbang dan industri yang mendapatkan pendanaan sebanyak 65 lembaga, dengan komposisi 52 pemenang pendanaan inovasi litbang industri dan 13 inovasi litbang perguruan tinggi dari berbagai bidang fokus (Energi, Transportasi, TIK, Hankam, Bahan Baku, Material Maju, Pangan dan Kesehatan Obat).

Dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Litbang, dan Lembaga Industri ini, juga akan diselenggarakan pameran produk novasi yang difasilitasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi. Pameran ini bertujuan memberikan informasi tentang perkembangan kemitraan yang telah terbangun selama ini, serta memberikan informasi kepada masyarakat, sudah sejauhmana hasil-hasil inovasi yang telah dicapai oleh para peneliti. Pameran produk inovasi menampilkan 11 produk dari berbagai bidang fokus material maju, bahan baku, TIK, hankam, trasnportasi, energi, pangan dan kesehatan obat.

Membangun interaksi dan komunikasi antara para pelaku kemitraan, pemerintah sebagai regulator, peneliti sebagai penghasil invensi dan inovasi,  serta industri sebagai produsen dapat mendorong percepatan hilirisasi dan komersialiasasi agar hasil invensi dapat dimanfaatkan industri untuk mendorong daya saing nasional.

Sumber:
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Prev Uji performan sapi lokal Sapi Sumba Ongole, Sapi Bali dan Peranakan Ongole
Next Coffee Morning - Indonesia Science Day 2018
Hakteknas ke 23 (10 Agustus 2018)