Logo

Perumusan Masterplan Pengembangan Klaster Inovasi Kelapa dan Lahan Sekitar untuk Peningkatan Ekonomi dan Daya Saing Sulawesi Utara

Perumusan Masterplan Pengembangan Klaster Inovasi Kelapa dan Lahan Sekitar untuk Peningkatan Ekonomi dan Daya Saing Sulawesi Utara

MANADO – Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Master Plan Pengembangan Klaster Inovasi Kelapa dan Lahan Sekitar Untuk Peningkatan Ekonomi Daya Saing Sulawesi Utara (Sulut) di Kantor Bank Indonesia (BI) Manado, Selasa (26/9). Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Sulawesi Utara, Kepala Perwakilan BI Sulut Soekowardojo, Kepala Dinas Perkebunan Refli Ngantung, SP, Wakil Rektor Bid. Akademik Universitas Sam Ratulangi, Kasubdit Kemitraan Strategis Wahana dan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Kamsol dan tim pengembangan klaster kelapa.

Penurunan produktivitas pohon kelapa sudah puluhan tahun terjadi, rendahnya mutu hasil panen, terbatasnya kemitraan antara industri dan petani, akses perkebunan masih kurang, harga tidak stabil, kurang fasilitas pertanian khusus perkebunan, kurangnya ahli panjat kelapa menjadi masalah.

Upaya strategis yang dilakukan Provinsi Sulawesi Utara menerapkan program peningkatan berkelanjutan pada sektor tanaman tahunan, seperti peremajaan kelapa serta pemberdayaan dan penguatan kelembagaan petani kelapa. Ini dilakukan melalui pelatihan manajemen kemitraan budidaya, pelatihan penumbuhan kebersamaan petani kelapa, fasilitasi pembentukan lembaga ekonomi masyarakat petani kelapa dan fasilitasi pengembangan kelembagaan petani kelapa.

Hasil riset teknologi tepat guna yang di lakukan oleh Universitas Sam Ratulangi yang berbasis Kelapa yaitu Asap Cair, Selulosa Nata, Biobreket, Gula cair, Bioethanol, yogurt, salad dressing. Arang Aktif, Minuman Isotonik.

Diharapkan dengan FGD ini akan didapat konsep pemetaan masterplan pengembangan klaster inovasi kelapa dan menjaga kelancaran rantai pasok dari hulu ke hilir, peran pemerintah menyediakan fasilitas yang ada untuk menjamin kelangsungan kelapa. Peran pergururan tinggi mencari inovasi baru bagaimana kelapa ini bisa dipanen dalam waktu lebih singkat, bagaimana produktivitas meningkat dan diversifikasi kelapa yang meningkatkan perekonomian masyarakat, ujar Dr. Kamsol.

Selanjutnya harapkan dari hasil kegiatan ini akan ada regulasi yang keluar dari pemerintah daerah. Kelompok kerja yang menyusun pembagian tugas sehingga pada FGD kedua lebih mengerucut lagi. Persoalan-persoalan yang di dapatkan dibahas lagi untuk dimasukan dalam RPJMD. Ada dari kementerian lain terkait yang mempunyai program-program untuk mendukung kegiatan klaster Inovasi Kelapa dan ini menjadi tugas kemenristekdikti untuk menyampaikan pada kementerian terkait, ujar Kasubdit Kemitraan Strategis Wahana dan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Kamsol.

Prev Uji performan sapi lokal Sapi Sumba Ongole, Sapi Bali dan Peranakan Ongole
Next Inovator Inovasi Indonesia Expo 2017