Logo

PRODUKSI BENIH BERSERTIFIKAT PADI TOLERAN SALIN “INPARI UNSOED 79 AGRITAN” UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA BERAS MELALUI PEMANFAATAN LAHAN MARGINAL

PRODUKSI BENIH BERSERTIFIKAT PADI TOLERAN SALIN “INPARI UNSOED 79 AGRITAN” UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA BERAS MELALUI PEMANFAATAN LAHAN MARGINAL

Masalah pengembangan areal pertanian salin adalah 1) instruksi air laut, dan atau peningkatan kadar garam pada musim kemarau. Semakin tinggi kadar garam, menyebabkan penyerapan air oleh tanaman menjadi terbatas. 2) akumulasi ion-ion tertentu yang menyebabkan tanaman menjadi keracunan. 3). Tingginya pH, defisiensi Zn, N, P, Bo dan Z. Varietas unggul padi tahan salin diperoleh dari identifikasi varietas/galur yang toleran kadar garam tinggi dilanjutkan dengan hibridisasi antar kultivar/galur dan seleksi.

DESKRIPSI & KEGUNAAN TEKNOLOGI

Persilangan antara varietas padi tahan salin : atomita-2, Kelimutu, dan Galur GH 159 dengan varietas padi berdaya saing tinggi Memberano, Cisadane, IR 64 menghasilkan UNSOED-7, UNSOED-8, UNSOED-9, UNSOED 10. Sudah lolos menjadi varietas unggul berdasarkan surat keputusan Menteri Pertanian No. 1251/KPTS/SR.120/12/2014 tgl 5 Desember 2014 dengan nama Inpari Unsoed79 Agritan. Studi fisiologi terkait serapan Na, K menghasilkan efisiensi hara padi toleran salin. Uji multi lokasi di 18 lokasi menghasilkan 3.28 – 3.94 ton/Ha GKG.

STAKEHOLDER : Faperta Unsoed; Dinas Pertanian dan BPTP Jawa Tengah; Petani  

TARGET :

Perbaikan Manajemen Produksi, Perbaikan Kemasan,

Benih Bersertifikat

POTENSI PASAR : Lahan salin tersebar di daerah utada dan selatan Jawa, pantai timur Sumatera dan selatan Kalimantan, dengan luas 39.4 juta Ha.

 

Prev Uji performan sapi lokal Sapi Sumba Ongole, Sapi Bali dan Peranakan Ongole
Next SHUNT UNTUK PENDARAHAN STROKE DAN KEBUTUHAN DRAINASE EKSTERNAL