Logo

Workshop Up Grading Peneliti di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Workshop Up Grading Peneliti di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

BANTEN – Jumat (25/08/2017) LPPM Universitas Sultan Ageng Tirtayas berkerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB) mengadakan Workshop Up Grading Peneliti Berpotensi Menghasilkan Prototype. Dalam workshop tersebut membahas hilirisasi riset menuju prodak dengan tingkat teknologi readiness level tertentu. Hadir dalam acara tersebut Sesditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti DR. Hadirin Suryanegara sebagai pemegang kebijakan regulasi di bidang penguatan inovasi, Direktur Executive Islamic Development Bank (IDB) Untirta Dr. Agung Sudrajat dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dr. H. Fatah Sulaiman,S.T.,M.T,. Peserta yang hadir 75 orang terdiri dari penerima riset grad IDB ada 20 orang, pengusul Hak Paten yang berpontensi prodak ada 10 orang dan perwakilan dari masing-masing fakultas.

Dr. Agung Sulaiman, S.T,M.T., menyebutkan dalam projek IDB yang didapatkan oleh Untirta pada umumnya berbentuk hibah maka perlu up grading SDM, Sarana dan Prasana serta kurikulum, tahun 2016 lalu sudah di tandatangani agreement Project Four in One dibawah Kemenristekdikti. Jadi diharapkan ada 2 program yang berjalan yaitu hard program dengan membangun infrastruktur kampus seluas 12 hektar, pengadaan alat laboratorium, pengembangan infrastuktur, pengembangan IT, dan soft program terdiri dari kegiatan kurikulum development dimana kita di amanatkan untuk membangun pusat unggulan iptek  di bidang food security ketahanan pangan sehingga golnya adanya pusat unggulan iptek di Untirta, ujar Direktur IDB.

Hadirin Suryanegara menyampaikan kebijakan yang ada di Kemenristekdikti serta menjelaskan tentang riset dasar perguruan tinggi sampai pada riset pengembangan yang sudah siap di publikasikan. Untuk itu dengan adanya riset-riset yang ada di perguruan tinggi pemerintah melalui Kemenristekdikti mengeluarkan kebijakkan dengan memberikan dana insentif guna percepatan hasil-hasil riset yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, ujar Hadirin.

Para penelitia di perguruan tinggi melakukan hilirisasi riset menuju pada prodak dengan tingkat Technology Readiness Level (TRL) tertentu sehingga hasil pengukuran tersebut dapat digunakan oleh pengambil kebijakan dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi program riset dan pengembangan, ujar Hadirin.

Selanjutnya acara diakhiri dengan tanya jawab oleh para akademisi dan peneliti kepada narasumber. (HKLI).

Prev Uji performan sapi lokal Sapi Sumba Ongole, Sapi Bali dan Peranakan Ongole
Next Mendorong Hasil Riset Di Perguruan Tinggi